Bangunan Megah dari Batu Alam
- Muslim jaya Andesit

- 29 Jun 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 30 Jul 2020
Farina Afrianty - Interior Designer
Batu adalah salah satu bahan bangunan tertua di dunia, dihargai karena kekuatan dan daya tahannya. Pada zaman kuno, batu dipilih karena ketersediaannya yang melimpah. Sebagai bahan alami, ia sudah tersedia dan dapat diandalkan.
Walaupun saat ini materi yang dapat digunakan untuk mendesign suatu rumah / bangunan sangat beragam namun selalu ada alasan mengapa para aritek dan desiner rumah / gedung sering menggunakan komponen batu untuk melengkapi tampilan rumah / gedung. Dan sesuai tradisi dari nenek moyang kita, batu sebagai materi penting dalam suatu bangunan tetap digunakan hingga saat ini
Artikel ini akan membahas 5 bangunan termegah didunia yang menggunakan batu alam yang menjadi referensi bagi para Arsitek, Home Designer dengan cara mengaplikasikannya pada exterior & interior bangunan
The Ageless Stone
Sheikh Zayed Grand Mosque, Abu Dhabi, United Arab Emirates, 2007, Yusef Abdelki

Desain Masjid Sheikh Zayed terinspirasi oleh masjid-masjid di Persia dan Masjid Aleksandria Abu al-Abba di Alexandria, al-Mursi di Mesir, juga arsitektur masjid di Indonesia.
Bahan-bahan alami dipilih untuk melengkapi desain dan konstruksinya karena kualitasnya yang tahan lama, termasuk batu marmer, emas, batu semi mulia, kristal dan keramik. Pengrajin dan bahan berasal dari banyak negara termasuk India, Italia, Jerman, Mesir, Turki, Maroko, Pakistan, Malaysia, Iran, Cina, Inggris, Selandia Baru, Makedonia Utara, dan UAE
Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan susunan batu yang terbuat dari batuan volcanik yang terbentuk karena proses alam berwarna putih keabu-abuan. Batuan volcanik ini kemudian diolah oleh manusia masa itu hingga membentuk sejumlah balok batu berukuran rata-rata 25 x 35 x 45 cm.
Bentuk bangunannya berupa bangunan berundak yang merupakan pengembangan dari bangunan periode prasejarah.
Denah di bagian dasarnya berbentuk segi empat bujur sangkar berukuran 125 x 125 m. Tinggi bangunan sekarang dari permukaan tanah hingga puncak stupa induk ± 34 m, dan terdapat tangga naik di ke-empat sisi candi. Candi dibangun di atas sebuah bukit yang sebagian lapisan tanahnya merupakan tanah urug pada ketinggian ± 270 m di atas permukaan laut.
Struktur candi Borobudur ini terbagi atas tiga bagian
Bagian 1 / bawah, terdiri dari 1 tingkat, disebut Kamadhatu
Bagian II / tengah, terdiri dari 5 tingkat yang disebut Rupadhatu
Bagian III / atas, terdiri dari 3 tingkat, disebut Arupadhatu
The New Stone Age
Church of San Giovanni Battista, Mogno, Switzerland, 1996, Mario Botta

Gereja San Giovanni Battista terletak di desa alpine Mogno di kanton Ticino di Swiss. dibangun antara 1994 dan 1996. Gereja ini dinamai St John the Baptist. Gereja baru ini dirancang oleh arsitek Swiss Mario Botta yang menggunakan marmer dan granit dari lembah-lembah daerah tersebut (sumber: phaidon.com)
Sancaklar Mosque, BuĢyuĢkƧekmece, Turkey, 2012, Emre Arolat Architects

Bagian dalam masjid, sebuah gua sederhana seperti ruang, menjadi tempat yang dramatis dan menakjubkan untuk berdoa dan menyendiri bersama Tuhan. Celah dan patah di sepanjang dinding Qiblah meningkatkan arah ruang sholat dan memungkinkan cahaya matahari masuk kedalam celah (sumber: archdaily.com)
āAll art is contemporary artā
Secara umum, gaya kontemporer adalah istilah untuk menyebut gaya desain yang sedang populer atau sedang up to date pada saat ini. Gaya kontemporer bisa juga digunakan untuk melabeli sebuah gaya lama yang dikemas dengan konsep terkini sehingga hasilnya lebih segar dan berbeda.
Oleh karena itu, gaya ini memiliki beberapa turunannya seperti kontemporer modern, kontemporer klasik, dan kontemporer rustic.
Museo Jumex, Mexico City, Mexico, 2013, David Chipperfield Architects

Keseluruhan bangunan disusun pada satu platform yang memiliki 14 ruangan berbentuk kolom yang memanjang keatas Seluruh bangunan diatur pada platform dan diangkat di atas plaza pada 14 kolom besar. Ruang pameran utama menempati dua lantai teratas gedung, sedangkan lantai dasar digunakan sebagai tempat berinteraksi (sumber: deezen.com)
Apakah semua bangunan harus menggunakan materi batu alam? Pastinya tidak, hanya saja kami mencatat banyaknya keunggulan dari penggunaan batu alam untuk konstruksi rumah / bangunan lain, baik untuk keperluan interior maupun exterior.
Material batu alam memiliki banyak jenis. Untuk di Indonesia sendiri, Andesit menjadi salah satu pilihan karena tahan terhadap cuaca, bebas jamur dan lumut. Hal ini memudahkan pekerjaan pemilik rumah karena mereka menjadi tidak perlu terlalu sering memberikan lapisan khusus pencegah lumut dan jamur.
Jika ingin memberikan kesan alami sekaligus segar pada interior rumah, Anda dapat mencoba dinding batu alam dari andesit. Sifatnya yang tahan lama bahkan bisa digunakan hingga 100 tahun, menjadi salah satu alasan banyak designer rumah menyarankan pemilik menggunakan materi ini.
Dengan banyaknya pilihan jenis batu alam dipasaran, anda bisa mendiskusikannya terlebih dahulu baik dengan arsitek / home designer yang anda pilih.



Komentar